Catatan

Mindset Bisnis

Seperti biasa, saya selalu memulai dari Mindset. Mindset yang salah menghasilkan perkembangan yang kurang tepat. Perbedaan dari bisnis dan dagang juga bermula...

Written by Hasnil · 1 min read >
belajar bisnis dan digital marketing

Seperti biasa, saya selalu memulai dari Mindset. Mindset yang salah menghasilkan perkembangan yang kurang tepat. Perbedaan dari bisnis dan dagang juga bermula dari mindset. Mungkin saja ini hikmah segala sesuatu tergantung dari niatnya.

Nah, sebelum bisnisnya terlalu jauh, yuk perbaiki Mindset-nya dulu. Khawatirnya dikira bisnis, ternyata cuman berdagang saja. Hasilnya kelihatan lebih cepat dan lebih banyak untungnya, tetapi setelah bertahun-tahun tidak berkembang. Biasanya hanya 1 orang, semua ditangani sendiri alis CEO (Chief Everything Officer).

Sebenarnya bukan salah sih kalau semua dikerjakan sendiri. Namun itu boleh kalau di awal saja. Jika sudah berjalan sekian tahun, masak sih masih sendirian? Bagaimana kalau ternyata Anda sedang sakit? Apakah bisnisnya libur dulu? Bagaiamana kalau ada acara keluarga atau mungkin saja jalan-jalan?

Kalau ownernya stress gara-gara kurang piknik bagaimana?

Atau mungkin saja hubungan dengan pasangan dan anak-anak jadi renggang, apa yang terjadi?

Bisnis itu Penting, namun CINTA lebih penting. 

— Coach Imam El Fahmi

Terus Bisnisnya?

Saya suka dengan cara Robert T Kiyosaki dalam menggambarkan mindset Bisnis di dalam Cashflow Quadrant. Ia membagi aliran cash alias uang bekerja dalam empat kuadran.

Kuadran pertama : Employee alias karyawan (E)

Di kuadran ini Karyawan bekerja untuk orang lain dan dibayar (mendapatkan uang) dari itu. Sehingga ia dibayar karena hasil kerjanya kepada orang lain oleh Employer (pemberi kerja). Karyawan yang tidak bekerja otomatis tidak mendapatkan uang.

cashflow quadrant robert t kiyosaki

Kuadran Kedua : Self-Employed (S)

Kuadran ini sering kali dikira sudah berbisnis padahal belum. Di kuadran ini Anda masih mempekerjakan diri sendiri. Sebab semuanya masih Anda yang mengerjakannya. Walaupun begitu ini kuadrannya lebih tinggi dan tantangannya juga lebih tinggi. Anda menjadi pemilih usaha dan bekerja di perusahaan Anda.

Sayangnya uang juga masih Anda dapatkan kalau Anda juga bekerja. Seandainya Anda tidak bekerja, maka uangnya pun tidak bisa mengalir. Sebab semuanya bergantung dengan Anda yang bekerja.

Kuadran Ketiga : Pemilik Bisnis (Business Owner)

Nah, ini baru kuadrannya pemilik bisnis. Di sini Anda membuat orang lain bekerja untuk Anda kemudian menghasilkan uang untuk Anda. Kata kuncinya adalah Orang lain bekerja menghasilkan uang untuk Anda. Ada dua unsur penting, yaitu orang lain dan menghasilkan uang.

Di kuadran ini aliran uangnya sudah jauh lebih baik. Sebab uang tetap mengalir walaupun Anda sedang tidak bekerja. Ada sistem yang berjalan, walaupun Anda jalan-jalan, ikut pengajian, bersama keluarga dan lain-lain.

Kuadran Keempat, tertinggi : Investor (I)

Kuadran tertinggi ini adalah menjadi investor. Di sini bukan lagi orang yang bekerja untuk Anda, tetapi Uang-lah yang bekerja untuk Anda. Tentu ini bisa terjadi ketika Anda mempunyai UANG untuk diinvestasikan.

Investasi bukanlah sekedar menabung di bank. Di sini Anda bisa menginvestasikan uang Anda di Perusahaan lain. Sehingga perusahaan itu semakin tumbuh dan berkembang hingga menghasilkan uang untuk Anda.

Jadi.. sudah tahu kan sekarang apa itu Bisnis? Jangan salah dengan Self-Employed ya. Bagi Anda yang belum punya karyawan, tidak usah berkecil hati. Saya pun memulai bisnis ini dengan menjalankan semua peran di perusahaan saya. Mulai dari kulakan, packing, quality control, pengiriman, sales, membuat artikel, membuat website dan masih banyak lagi.

Mungkin itu dulu sih berbaginya hari ini. Jika Ada yang ingin didiskusikan silahkan tinggalkan komentar saja di artikel ini. Oya, jangan lupa download dua ebook saya ya. Dua Ebook pertama yang saya tulis adalah Jualan Laris di Internet dan Jualan Laris di Instagram. Keduanya saling melengkapi dan penting untuk Anda baca.

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile

Flywheel untuk Jomblo Fiisabilillah

Hasnil in Catatan
  ·   48 sec read

#MomongAnak

Hasnil in Catatan
  ·   54 sec read

Salahnya Kodok

Hasnil in Catatan
  ·   2 min read

4 Replies to “Mindset Bisnis”

  1. Super sekaki setelah saya pikir pikir setelah 7 tahun saya berbisnis ternyata saya cuma berdagang… Saya tidak punya brand value…. Walaupun pekerja banyak…. Tapi ada beberapa yg saya kerjakan….dan kalau sakit terganggu……

  2. Sangat meng inspirasi, pingin masuk kuadran 3 , tapi sering ragu dengan integritas calon karyawan, sangat sulit menemukan yg jujur dan mau menjalankan system, sudah sering di kecewakan karyawan …semoga kedepan bisa mencontoh orang2 yg sdh sukses.

    1. Baiknya segera pak untuk karyawan kalau sudah cukup. Khawatir tidak segera pindah, bikin pertumbuhan bisnis stagnan. Semoga setelah ini saya tuliskan artikel untuk tips berpindah dari kuadran 2 ke 3. Semoga sukses pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *