Digital Marketing

Memahami Digital Marketing untuk Business Owner

Sebagai Business Owner tidak harus mampu segala hal di Digital Marketing. Anda juga tidak perlu mencapai level Pro, cukup memahamai garis besar...

Written by Hasnil · 6 min read >

Beberapa bulan ini banyak teman-teman saya yang minta diajarkan tentang Digital Marketing. Mereka mengira saya menguasai semua teknik Digital Marketing. Sehingga ingin diajarkan semua teknik-tekniknya. Namun, saya tidak ingin langsung mengajarkan itu semua kepada mereka.

Saya tidak ingin mereka terjebak di teknis seperti saya di masa-masa awal bisnis. Saya yakin mereka adalah business owner. Sehingga seharusnya juga mempunyai mindset sebagai business owner. Kalaupun mereka menguasai satu atau beberapa Digital Marketing, mereka harus ingat siapa diri mereka. Jangan sampai mereka atau Anda malah tenggelam di kesibukan teknisnya.

Saya akui belajar Digital Marketing itu menyenangkan dan seru. Apalagi ketika teknik yang diterapkan itu berhasil. Saya waktu itu merasa bisa menjual apa saja dan dimana saja. Sampai akhirnya saya sadar bahwa bisnis itu tidak melulu jago jualan.

Ada beberapa teman yang saya kasih jempolan kalau jualan sesuatu. Saya tahu itu karena kebetulan saya mengikuti akun Facebook beliau. Setiap beliau posting atau up-date status menunjukkan orderan-nya yang sampai ratusan paket setiap hari.

Sayangnya jago jualan itu belum tentu jago bisnis. Sudah 3-4 tahun ini beliau masih saja belum punya tim sendiri. Bahkan beliau malah masih cari kerja sebagai pegawai di suatu instansi. Semua dikerjakan oleh beliau dan istrinya. Saya yakin Anda tidak ingin begitu kan? Kalau iya, maka sadarlah siapa Anda: Anda adalah Business Owner.

Teknis itu jalan dan Media itu hanya alat

Saya selalu menekankan bahwa teknik Digital Marketing itu sangat banyak dan bervariasi. Maka saran saya adalah Anda jangan sampai terkungkung pada satu jalan saja. Belum tentu satu teknik yang cocok untuk orang lain itu cocok untuk bisnis Anda.

Contoh teknik Digital Marketing :

  1. Social Media Optimizaton (SMO)
  2. Social Media Marketing (SMM)
  3. Search Engine Optimization (SEO)
  4. Search Engine Marketing (SEM)
  5. Email Marketing

Begitu juga dengan media yang digunakan. Belum tentu media yang cocok untuk orang lain bakalan cocok untuk bisnis Anda. Maka setiap bisnis itu unik dan unik juga Digital Marketing-nya. Ada yang bisa menggunakan jalan lurus, ada juga yang harus memutar lebih dahulu. Namun, itu semua mempunyai rumus dasar yang sama.

Contoh Media yang digunakan:

  1. Facebook
  2. Instagram
  3. Website
  4. Marketplace
  5. WhatsApp
  6. Blackberry Messenger
  7. Facebook Marketplace
  8. Linkdn
  9. Pinterest
  10. Twitter
  11. Line
  12. Aplikasi Smartphone

Tiga Kunci Digital Marketing

Apapun bisnis Anda dan apapun teknik serta media yang digunakan, maka pastikan 3 kunci ini. Kunci-kunci ini adalah basic yang harus ada di Digital Marketing Anda. Kalaupun Anda mau mengembangkan, ya balik lagi ke 3 kunci itu.

  1. Mendatangkan prospek (traffic)
  2. Mengubah traffic menjadi uang (closing)
  3. Memperbesar hasilnya atau labanya (scale-up)

1. Mendatangkan Prospek (Traffic)

Saya ingat beberapa bulan yang lalu ada orang yang berkonsultasi kepada kami. Beliau mengeluhkan website toko on-line-nya yang sepi. Padahal beliau sudah menghabiskan uang jutaan untuk membangunnya.

Saya tertarik untuk cek website-nya. Website-nya bagus sekali, baik dari penampilan dan kualitasnya. Sayangnya beliau kurang memikirkan bagaimana cara mendatangkan pengunjung. Otomatis toko on-line-nya sepi orderan.

Sebagus apapun toko Anda, kalau tidak ada pengunjung tentu tidak ada penjualan. Anda yang tidak jago jualan pun, kalau membuka toko yang tepat di lokasi strategis (banyak traffic) bakalan mudah laris. Toko on-line juga sama seperti toko off-line, sama-sama laris kalau banyak pengunjung.

Bagaimana cara mendatangkan traffic itu bebas caranya. Yang paling penting adalah traffic-nya berkualitas. Bukan asal traffic atau pengunjung. Traffic yang asal-asalan hanya akan membuat Anda capek. Istilah yang saya pakai adalah CLBK, kepanjangan dari Chat Lama Beli Kagak.

Ciri Traffic yang berkualitas

Traffic yang kurang berkualitas hanya akan menghabiskan energi, waktu dan biaya Anda. Maka, jangan sampai Anda mendatangkan traffic dengan asal. Kasihan Customer Service Anda, konversi penjualannya menjadi rendah padahal sudah capek-capek melayani traffic yang masuk.

Ini ciri traffic yang berkualitas:

  1. Mudah closing karena mereka memang sudah siap membeli.
  2. Konversinya tinggi (hampir dari semua pengunjung atau prospek membeli produk Anda).
  3. Biaya iklan yang rendah

2. Mengubah traffic menjadi uang (/Closing/)

Traffic ribuan sehari ke toko on-line Anda akan percuma ketika tidak terjadi penjualan. Anda bisa memilih manakah cara closing yang paling cocok untuk bisnis Anda. Apakah otomatis dengan klik dan klik tinggal bayar. Ataukah menggunakan cara manual melalui chatting dengan Customer Service Anda.

Apapun itu, yang penting Anda bisa merubah traffic menjadi uang. Biasanya efektifitas closing ditentukan dengan Conversion Rate. Yaitu membandingkan antara traffic dengan closing. Satuan yang digunakan adalah persen.

Conversion Rate setiap bisnis dan produk berbeda-beda. Bisa saja bagi saya, 50% itu baru bagus. Namun untuk bisnis dan produk teman saya, 3% itu sudah bagus sekali. Lalu berapa baiknya Anda menentukannya? Saya berpendapat sebesar-besarnya. Dan itu juga tergantung Anda sebagai owner.

3. Memperbesar hasilnya (Scale Up)

Anda jangan senang dulu dengan tingginya jumlah traffic dan closing. Pekerjaan Rumah bisnis Anda masih panjang. Anda masih perlu untuk memperbesar skalanya. Tentunya dalam hal ini adalah laba.

Saya biasanya terus melakukan riset sampai menemukan angka yang memuaskan. Angka yang saya maksud adalah laba, traffic dan closing. Setelah itu saya bersama tim akan mengutak-atik apapun agar bisnis bertumbuh.

Paling tidak saya meningkatkan hasil pada 3 hal ini

  1. Meningkatkan jumlah pelanggan
  2. Meningkatkan rata-rata pembelian setiap pelanggan
  3. Mempersering pelanggan membeli (meningkatkan frekuensi pembelian)

Tiga hal itu naik, maka otomatis penjualan Anda naik, laba Anda naik dan pertumbuhan bisnis Anda juga naik. Ingat, pastikan juga kapasitas tim Anda juga siap untuk menerima peningkatan penjualan.

Strategi Digital Marketing

Setelah Anda sebagai Business Owner memahami kunci Digital Marketing maka saatnya untuk memilih strateginya. Hanya ada dua garis besar strategi, yaitu Inbound dan Outbound Marketing.

Funnel vs Fly wheel
Model funnel dan flywheel

1. Outbound Marketing

Outbound Marketing juga biasa disebut sebagai cara marketing konvensional. Cara marketing ini berusaha membujuk prospek dengan berbagai cara agar membeli. Cara yang sering digunakan adalah dengan menitikberatkan pada iklan, diskon dan berbagai bonus-bonus yang membuai.

Marketer atau Sales sebagai Subyek Utama

Di Outbound Marketing, Marketer atau Sales mempunyai peran yang sangat besar. Sedangkan pelanggan menjadi obyek atau sasaran iklan. Biasanya marketer akan mengerahkan energi lebih dalam rangka mendapat hasil yang lebih. Energi lebih juga berarti Biaya iklan yang ikut naik seiring dengan penjualan yang lebih tinggi.

Iklan sebagai penghasil traffic

Iklan mempunyai peranan besar untuk mendatangkan traffic. Traffic biasanya langsung diarahkan ke toko on-line, landing page produk, WhatsApp atau media lain untuk closing.

Kurang berdampak dan tergantung pada Brand

Cara ini tidak tergantung pada brand suatu produk. Bahkan salah satu teman saya menjua produknya, madu penyubur, dengan mudahnya berganti-ganti Halaman Facebook. Ia berganti-ganti karena memang tidak terlalu membutuhkan brand maupun aktifitas branding.

Asalkan sudah mendapatkan kontak, teman saya ini bisa follow up berkali-kali. Walaupun nama tokonya pun bisa berganti-ganti. Memang kasus yang seperti itu bisa tanpa mengindahkan brand dan branding.

Menggunakan Funnel

Biasanya Customer Journey yang digunakan adalah model Sales Funnel. Hasil dari Funnel itu adalah Pembeli. Pembeli akan menjadi obyek untuk dijadikan iklan dan penawaran terus menerus.

Hasil yang lebih cepat

Outbound Marketing relatif lebih cepat mencapai hasil daripada Inbound Marketing. Anda akan langsung mengetahui hasilnya setelah iklan dijalankan. Apakah hasilnya baik atau buruk, yang jelas Anda langsung tahu dampaknya terhadap penjualan bisnis Anda.

2. Inbound Marketing

Inbound Marketing digagas pertama kali oleh Hubspot. Inbound Marketing menarik traffic dengan cara menyediakan konten bermanfaat dan berkualitas. Sehingga prospek sukarela mengunjungi, tanpa paksaan.

Pelanggan yang puas sebagai subyek pemasaran

Strategi ini menjadikan Pelanggan yang puas sebagai pemasar utama. Ini sejalan dengan ungkapan The Best Marketers is Happy Customers. Lalu apa peran tim marketing? Tim marketing lebih banyak menghasilkan dan mengelola konten.

Kepuasan Pelanggan sebagai acuan bisnis

Setiap keputusan dan kebijakan bisnis, mengacu pada pelanggan. Pelanggan menjadi acuan untuk mengembangkan produk, proses produksi, pelayanan dan bahkan sampai keseluruhan manajemen. Contoh: menurut pelanggan proses produksinya kurang cepat, maka Anda harus memperbaikinya jadi lebih cepat.

Penghasil traffic adalah konten yang berkualitas

Pelanggan dianggap adalah orang yang cerdas. Sebelum memutuskan membeli sesuatu, mereka akan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Informasi bisa didapat dari komunitas, media sosial, mesin pencari (contohnya Google), Youtube dan lain sebagainya.

Marketer melakukan produksi konten-konten berkualitas yang sesuai. Konten-digunakan tersebut yang menarik prospek untuk mengunjungi akun sosmed maupun website bisnis Anda. Selanjutnya Anda giring terus untuk edukasi tentang produk dan jasa bisnis Anda.

Hasil relatif lebih lambat

Inbound Marketing membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan uang. Sebab strategi ini membutuhkan banyak hal untuk dibangun terlebih dahulu. Sehingga hasilnya tampak lebih lambat daripada Outbound Marketing.

Biaya relatif sangat murah

Setiap konten yang Anda produksi menjadi aset yang berharga. Akun media sosial serta website secara otomatis bertambah kualitasnya. Semakin berkualitas suatu konten, maka semakin disukai audience. Maka semakin besar pula kemungkinan untuk menjadi viral di internet.

Secara sukarela, audience dan pelanggan yang puas akan merekomendasikannya kepada orang lain. Ini berlaku untuk audience yang notabene belum pernah beli produk atau jasa Anda, tetapi juga puas terhadap konten-kontennya. Apalagi kalau ada pelanggan yang puas terhadap produk, jasa maupun konten-konten bisnis Anda.

Marketing sekaligus membangun Brand

Inbound Marketing tidak hanya untuk marketing saja, tapi juga sekaligus positif untuk Brand. Ini menjadi salah satu alasan saya menyukai Inbound Marketing. Semakin brand kita dikenal, maka semakin mudah closing dan prospek berdatangan sendiri.

Ini lah yang pada akhirnya juga membuat biayanya menjadi sangat murah. Setiap kali kenaikan omzet yang diinginkan, belum tentu biaya marketing ikut naik. Ini cenderung semakin murah seiring berjalannya waktu.

Menggunakan roda gila atau fly wheel

Customer Journey-nya menggunakan model Fly Wheel (Roda Gila). Ini disebut sebagai roda gila karena terus berputar tanpa berhenti. Roda itu berputar dengan pelanggan(customers) sebagai porosnya.

Ada 3 tahapan yang terus berulang menjadi satu siklus, yaitu

  1. Attract (menarik atau memancing)
  2. Engage (membuat ikatan lebih erat)
  3. Delight (mendorong untuk merekomendasikan kepada orang lain)

Ingat, siklus ini tidak hanya berhenti pada konten di media sosial atau website Anda, tetapi juga untuk setiap pembeli. Tujuannya mengubah pembeli menjadi pelanggan dan akhirnya menjadi promoter.

Pembahasan lebih dalam tentang Inbound Marketing dan Outbound Marketing, insyaAllah saya bahas di lain waktu dan di lain artikel.

Strateginya pilih yang mana?

Strategi yang terbaik adalah menggunakan semuanya, baik itu inbound maupun outbound. Namun, setiap strategi mempunyai konsekuensi dan komposisi pekerjaan serta tim yang berbeda. Jika Anda terlalu banyak strategi yang dijalankan, ini dapat menyita fokus Anda. Hasilnya malah kurang maksimal.

Saya sarankan Anda memilih salah satu terlebih dahulu. Pilih salah satu yang paling sesuai dengan produk/ jasa dan segmen pasar bisnis serta keahlian Anda. Sebenarnya menentukan strategi ini membutuhkan diskusi lebih mendalam, insyaAllah kita bahas di lain waktu.

Kerangka Digital Marketing

Silahkan pahami dulu kerangka Digital Marketing ini. Selanjutnya Anda bisa lebih mudah untuk menentukan road map Digital Marketing bisnis Anda. Saya yakin ketika ini Anda jalani, akan lebih menghemat energi, biaya dan waktu daripada acak atau serampangan.

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile

Mengapa Saya memilih Bisnis Online?

Hasnil in Wordpress
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *