Digital Marketing, Fitur, Unggulan

Insight tentang Pengguna Internet 2020

Seperti biasa, Currency atau mata uang di masa disrupsi ini adalah data alias informasi. Selain data yang berupa big data, juga data...

Written by Hasnil · 6 min read >
Analisa pengguna internet 2020

Seperti biasa, Currency atau mata uang di masa disrupsi ini adalah data alias informasi. Selain data yang berupa big data, juga data yang berupa perubahan perilaku manusia. Di zaman belum ada sosial media, perubahan perilaku manusia bisa dalam rentang puluhan tahun. Sekarang perubahan perilaku itu menjadi sangat cepat.

Analisa pengguna internet 2020
Gambar Freepik.com : Businessman in his office with pilot hat

Kamu yang pengusaha kudu update tentang perilaku seperti ini. Info seperti ini sangat berpengaruh dengan Landscape Bisnis ke depan. Kompetitor yang bermunculan maupun cara baru dalam bermain di bidang bisnismu. Setelah itu beradaptasilah segera.

Saya baru saja buka rangkuman data internet ini dari WeAreSocial yang rilis Bulan Januari 2020 ini. Otomatis datanya merupakan data sepanjang 2019. Saya sekalian bantu analisiskan untuk kamu. Semoga bisa bermanfaat, jika kamu ada analisis yang berbeda dan layak untuk ditambahkan, jangan sungkan untuk komentar ya.

Pengakses Internet di Indonesia naik tajam

Bagan : wearesocial

Jumlah pengguna Internet di Indonesia naik cukup tajam, yaitu sekarang mencapai 174 juta pengguna. Jumlah ini setara dengan 64% dari populasi penduduk Indonesia. Otomatis jumlah ini juga menandakan ada peluang bagus untuk bisnis online.

Semakin banyaknya orang yang bisa akses internet, biaya pemasaran juga menjadi semakin murah. Bukan hanya itu, berbagai hal, mulai dari operasional, informasi, pengiriman dan lain-lain akan otomatis mengikuti.

Bisnis Fashion yang paling kelihatan berubah menurut pengamatan kami. Konsumen fashion dari Luar Pulau Jawa semakin banyak. Apalagi didukung dengan ekspedisi yang bisa menjangkau. Apalagi bisa sistem COD (Cash on Delivery) dari ekspedisi.

Separuh waktu bangun untuk akses internet

Bagan : Wearesocial

Ternyata pengguna Internet di Indonesia ini luar biasa. Waktu yang dihabiskan setiap hari untuk mengakses Internet adalah 7 jam 59 menit (hampir 8 jam penuh). Bagi saya waktu ini cukup lama.

Namun, lucunya rata-rata waktu akses internet di dunia malah mengalami penurunan. Kebanyakan negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Australia malah lebih sedikit dibandingkan rata-rata dunia. Di Indonesia rata-rata waktu akses internet malah terjadi kenaikan.

Analisa Saya di negara-negara maju, para penduduknya sudah sadar bagaimana mengakses internet secara sehat. Mereka sudah semakin membatasi diri untuk menggunakan Internet agar bermanfaat. Mungkin itu juga yang membuat cara kerja dan hidup mereka lebih efektif dan efisien.

Waktu akses internet dengan perangkat Mobile

Waktu akses internet dengan menggunakan mobile atau smartphone. Ternyata waktu aksesnya cukup lama, yaitu 3 jam 35 menit setiap harinya. Tiga setengah jam setiap hari akumulasi dari yang sebentar-bentar.

Dilihat dari sini saja sudah bisa ditebak bahwa mau tidak mau digital marketing haruslah mobile friendly. Baik itu aplikasi maupun website, baik tampilan yang nyaman dan kecepatan yang cepat.

Bagan : Wearesocial

By the way tentang tampilan, otomatis tampilan dibuat yang native dengan setiap smartphone. Kami biasanya memulai merancang desain website dengan fokus ke tampilan mobile. Setelah itu baru tampilan desktop dan tablet menyesuaikan.

Sedangkan untuk kecepatan, setiap halaman web harus bisa dibuka kurang atau maksimal 3 detik. Karena masih banyak di pedalaman yang belum 4G, maka kamu sebaiknya hitung dengan kecepatan 3G saja ya.

Penggunaan Social Media

Social Media adalah aplikasi yang paling banyak diakses oleh pengguna internet. Sebanyak 3,8 milyar pengguna social media dari total 4,5 milyar pengguna internet. Berarti jika ada 10 orang pengguna internet, maka 8 orangnya adalah pengguna social media.

Bagan : Wearesocial

Padahal satu orang tidak hanya menggunakan satu akun social media. Satu orang bisa mempunya lebih dari satu akun di Instagram maupun Facebook. Setiap social media juga unik, mempunyai netizennya sendiri.

Dari sini saja kamu pasti bisa membayangkan bahwa seluruh pengguna internet ini saling terhubung tanpa batas ruang dan waku. Informasi tersebar begitu cepat dan saling berinteraksi. Sehingga internet dan social media menjadi kebutuhan yang sulit dielakkan

Manfaat social media banyak, namun juga mempunyai potensi kurang sehat. Manfaatnya jelas bagi kamu pebisnis online, bisa dengan mudah memasarkan dan berinteraksi langsung dengan pasar. Namun melihat lama waktu berinteraksi di social media juga bikin miris. Seorang pengguna internet bisa menghabiskan waktu 14 jam sepekan di social media.

“Empat belas jam itu bisa digunakan untuk ambil mata kuliah sampai 14 SKS lho.”

Hasnil Afrizal Muttaqien

Social Media apa yang paling Populer?

Kamu sudah bisa tebak mana yang paling populer. Ya, Facebook jawabannya. Raja Social Media ini belum bisa digeser bahkan oleh raja mesin pencari dengan Youtube-nya yang harus puas di posisi kedua. Kemudian posisi ketiga barulah WhatsApp yang paling populer.

Bagan : Wearesocial

Instagram ada di posisi keenam setelah FB Messenger dan Wechat. Walau wechat banyak digunakan di Tiongkok, tapi penduduk Tiongkok bejibun banyaknya. Instagram saja kalah. Tenang saja, Instagram terus bertumbuh, apalagi di negeri 62 ini.

Bagi pebisnis online, yang ingin terus engage dengan customer, tiga social media teratas ini wajib dijadikan aset. Yaitu Facebook, Youtube dan WhatsApp. Makanya Om Mark mau repot-repot membuat WhatsApp bisnis karena melihat perilaku ini. Bahkan mau WhatsApp mau dimonetisasi agar menghasilkan uang.

Saya juga merekomendasikan WhatsApp marketing sebagai cara jualan yang termudah, terutama untuk emak-emak yang mau mulai bisnis. Atau.. kamu juga bisa jadikan WhatsApp marketing ini menjadi kurikulum wajib pembinaan reseller kamu.

Tiktok dimana?

Tiktok ini mengejutkan, langsung berada di nomor 7, setelah Instagram. Padahal usia Tiktok jauh lebih muda. Tiktok marketing ini juga cocok untuk kamu yang menyasar pasar anak muda di bawah 24 tahun. Tertarik?

Facebook di Indonesia bagaimana?

Kamu yang menggunakan Facebook untuk ladang jualan, tenang saja. Jangkauan Facebook di Indonesia masih yang terbesar ketiga di dunia lho. Jumlahnya mencapai 130 juta dan tumbuh 8,3% dari tahun 2018. Padahal laporannya popularitasnya menurun karena skandal Facebook.

Hanya yang perlu diantisipasi adalah tingkat klik iklan Facebook untuk orang Indonesia termasuk rendah. Orang Indonesia rata-rata hanya klik 8 iklan per bulannya. Jumlah ini bawah rata-rata dunia sebanyak 12 klik iklan dalam sebulan. Klik iklan tertinggi ada di negara Israel dan Rumania dengan masing-masing adalah 23 dan 24 klik iklan dalam sebulan.

Buat kamu yang menggunakan Social Media untuk Digital Marketingnya, kudu lebih kreatif dan pikirkan lagi ya. Makanya para mastah Facebook Ads selalu menjual produk dengan margin minimal Rp 100 ribu. Jika kurang dari itu, katanya labanya dikit atau malah boncos.

Instagram terus bertumbuh

Jumlah pengguna Instagram di seluruh dunia sudah mencapai angka hampir 1 milyar. Sedangkan di Indonesia sudah mencapai 63 juta pengguna. Indonesia menempati urutan keempat terbanyak dunia. Reach Instagram atau jangkauannya masih 3 juta atau pertumbuhannya baru 5% selama 1 tahun ini.

Awalnya Instagram hanya social media untuk berbagi foto atau gambar. Sekarang Instagram berkembang menjadi micro-blog. Di aplikasi itu kamu bisa menyampaikan konten-konten menarik dan bermanfaat. Apalagi jenis kontennya semakin kaya, seperti video, story, pesan, sorotan, slide dan lain-lain.

Nah, pemanfaat Instagram sebagai Micro-blog ini dapat menggantikan website atau toko online. Memang fiturnya masih kalah, tapi Instagram semakin kaya konten. Apalagi ada fitur Instagram Shop juga. Semoga jangkauannya terus bertumbuh agar memudahkan kamu memasarkan produk atau jasa.

Orang Indonesia keren

Orang Indonesia patut berbangga bahwa pengguna internetnya adalah pelaku jual beli online paling tinggi di dunia. Angkanya tinggi sekali, yaitu 88% dari seluruh pengguna internet di Indonesia. Mungkin ini lah yang menjadikan Indonesia ladang subur marketplace

Ada yang dibanggakan, namun juga disayangkan. Sebab jual beli ini kurang diimbangi dengan kemampuan produksi dan juga kebijakan pemerintah yang kurang berpihak. Keran impor, walaupun sudah dibatasi, ternyata menjadi simalakama untuk UMKM Indonesia.

Para penjual online lebih suka impor produk karena murah dan dijual sangat murah. Jadi buah simalakama sih, marginnya memang lebih banyak kalau impor daripada bikin sendiri. Namun, secara tidak langsung bikin Indonesia ketergantungan dengan impor.

Daripada mengutuk tanpa solusi, apapun bisnismu, ayo ditumbuhkan dan diperkuat. Mulai dari berkumpul dan berkomunitas sesama pengusaha. Salah satu komunitas pengusaha yang tumbuh cepat adalah Genpro. Sudah 5 tahunan usianya dan sudah banyak sekali membernya.

Pengguna Internet benci Iklan?

Beberapa kawan sering mengeluhkan tentang performa iklan yang relatif menurun. Sehingga biaya iklan terasa semakin mahal. Setelah mendapatkan data dari Wearesocial ini jadi tahu penyebabnya. Pengguna internet di dunia semakin banyak yang menggunakan Ad Blocker. Komposisi pengguna Ad Blocker di Indonesia mencapai 65%.

Bagan : Wearesocial

Jumlah sebanyak 65% itu setara dengan 113.100.000 pengguna internet di Indonesia. Berarti tersisa 35% yang tidak menggunakan iklan. Mereka semakin jenuh dengan iklan yang mengganggu.

Youtube dengan layanan Premium

Beberapa bulan belakangan ini hampir setiap kali membuka Youtube ada tawaran untuk mencoba akses Youtube Premium. Layanan premium menawarkan Youtube yang bersih dari iklan. Selain itu Youtube juga menawarkan film eksklusif yang dinamai dengan Youtube Originals.

Ini adalah respon dari Google yang sudah menyadari bahwa audiens semakin eneg dengan iklan. Tidak hanya Google, Facebook pun sudah semakin sadar akan hal itu. Sehingga dua raksasa ini terus mencari cara untuk membukukan pendapatan alternatif selain iklan.

Iklan sudah mati?

Dana yang dihabiskan oleh perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit. Samsung saja menghabiskan Rp 1 triliun untuk iklan selama setahun. Bagaimana dengan UMKM? UMKM yang sudah menggunakan iklan, ternyata juga lumayan banyak. Ada UMKM yang bahkan sudah menghabiskan puluhan juta untuk iklan.

Semakin mahalnya iklan untuk mendapatkan penjualan, membuat para Digital Marketer mikir-mikir untuk produk yang dijual. Produk yang dijual haruslah bisa menutup minimal biaya iklan hari itu. Para mastah Facebook Ads menganjurkan margin penjualan minimal Rp 100 ribu agar bisa survive.

Iklan tidak mati begitu saja. Iklan yang kontennya Audience Friendly tetap efektif. Iklan yang berupa Story Telling adalah yang paling disukai. Makanya iklan-iklan di Indonesia sudah semakin mirip dengan iklan-iklan Thailand. Iklan di Thailand menarik, bahkan sering tidak terasa bahwa itu sebenarnya iklan.

Orang Indonesia tidak suka klik iklan?

Rata-rata klik iklan setiap bulan Orang Indonesia di bawah rata-rata dunia. Orang Indonesia hanya klik 8 iklan setiap bulannya. Sedangkan rata-rata dunia adalah 12 klik iklan per bulan. Jumlah klik iklan tertinggi ada di Israel dengan 23 klik iklan sebulan dan Rummania 24 klik iklan setiap bulannya.

Strategi Inbound Marketing

Dua data itu Saya menyadari bahwa memang saatnya ada strategi marketing yang lebih baik daripada sekedar iklan. Strategi yang masih banyak digunakan saat ini adalah Outbound Marketing. Outbound marketing terkenal dengan Funnel Marketingya.

Funnel Marketing menjadikan Customer adalah hasil dari proses marketing. Sedangkan Inbound Marketing dengan model Flywheel-nya menjadikan Customer adalah pusat dari kegiatan marketing. Selain model atau strateginya berbeda, ternyata Inbound Marketing biayanya hanya 30% dari Outbound dan menghasilkan penjualan 65% lebih banyak. InsyaAllah kita bahas bersama Inbound Marketing ini sambil kami praktekkan dulu.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan Saran yang bisa Kami ambil adalah.

  1. Potensi bisnis dan pasar melalui Digital Marketing semakin luas.
  2. Social Media menjadi yang terbanyak diakses oleh pengguna internet.
  3. Facebook masih menjadi Raja Social Media di dunia maupun di Indonesia.
  4. Instagram terus tumbuh dan semakin digemari.
  5. Orang Indonesia semakin tidak suka iklan sehingga Kamu harus mencari alternatif lain yang lebih murah dan efektif.
  6. Jangan hanya strategi Outbound, tapi gunakan juga Inbound.

Sampai di sini dulu sedikit analisa Digital Marketing 2020 ini. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa untuk bergabung di Channel Telegram Pendopo Bisnis di https://t.me/pendopobisnis dan berlangganan email untuk strategi Digital Marketing yang terbaru.

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile
Penipuan online

JANGAN KALAH DENGAN PENIPU

Hasnil in Catatan, Fitur
  ·   1 min read

Cerdas Finansial untuk Pengusaha

Hasnil in Fitur, Start Up
  ·   3 min read

4 Replies to “Insight tentang Pengguna Internet 2020”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *