Entrepreneurship

Empat Disiplin Eksekusi

Empat disiplin eksekusi ini merupakan aturan untuk memudahkan Anda beserta tim mengeksekusi strategi. Walaupun sedang bearada di tengah-tengah rutinitas.

Written by Hasnil · 2 min read >
4DX

Sahabat Pebisnis pernah mengalami lemah eksekusi? Bersama tim sudah bikin strategi yang keren, jos dan oye.. tapi ketika eksekusi jadi ZONK!!!

Target tidak tercapai dan malah terjebak pada rutinitas (Whirlwind atau pusaran angin). Whirlwind ini yang bikin keliatan sibuk kerja tapi kurang produktif. Jika ini masalahnya, berarti Anda perlu obat dari Lemah Eksekusi ini.

Baik, kita langsung saja ke salah satu obat Lemah Eksekusi. Namanya, 4DX atau kepanjangannya adalah 4 Disciplines of Execution. Ini Ada bukunya kok : The 4 Disciplines of Execution karya Chris McChesney, Sean Covey dan Jim Huling.

Mereka, penulis, mengemukakan hasil penelitiannya mengapa eksekusi itu gagal.

  1. kurang yakin dengan sasaran/ target organisasi (perusahaan)
  2. kurang berkomitmen dengan sasaran tersebut
  3. Tidak tahu cara menerjemahkan sasaran menjadi aksi nyata
  4. Tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas hasil eksekusi itu

Kebanyakan leader (maupun owner) lupa bahwa kunci eksekusi itu ada pada perubahan perilaku individu pada setiap prosesnya. Membentuk perubahan perilaku tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu dan energi. Tidak semua leader suka dengan pembentukan perilaku ini.

Sebaik apapun tim Anda, tanpa perilaku yang tepat maka target tidak tercapai. Bukan sekedar tepat, tetapi tim harus mempunyai kemauan dan kemampuan merespon kondisi. Sebab perkembangan di dunia bisnis sangat cepat, dan perlu direspon dengan cepat pula.

Empat disiplin eksekusi ini merupakan aturan untuk memudahkan Anda beserta tim mengeksekusi strategi. Walaupun sedang bearada di tengah-tengah rutinitas. Ada empat disiplin yang harus kita patuhi.

  1. Fokuslah pada Wildly Important Goal (WIG)
  2. Bertindaklah pada Lead Measure
  3. Papan skor (scoreboard) yang memotivadi
  4. Jagalah irama akuntabilitas

Disiplin 1 : Fokus pada WIG

Pernahkah Anda sebagai Leader menjadi sangat kreatif? Ide-ide bermunculan dan ingin segera dieksekusi. Lalu Anda delegasikan ke tim. Hati-hati, tim Anda malah pecah fokusnya.

Di disiplin yang pertama ini, meminta Anda fokus pada 1 dan paling banyak 2 sasaran strategis WIG (yang benar-benar penting). Dua sasaran tidak lebih baik dari 1 sasaran. WIG yang sedikit membuat tim lebih mudah membedakan antara rutinitas dan WIG.

Jadi.. apa WIG Anda bulan ini?

Disiplin 2 : Bertindak pada Lead Measure

Kerja tim di dalam 4dx
Foto oleh Anna Samoylova dari Unsplash

Ketika menyusun strategi, Sahabat Pebisnis perlu mengetahui dua ukuran kemajuan, yaitu:

  • Lag Measure
  • Lead Measure

Lag Measure adalah parameter hasil akhir. Contohnya : kepuasan pelanggan dan revenue. Ukuran ini tidak dapat dipengaruhi atau dikerjakan langsung oleh anggota tim.

Sedangkan Lead Measure adalah ukuran yang berfokus pada hal-hal yang paling berdampak dalam mencapai WIG.

Dua karakteristik Lead Measure :

  • Dapat memprediksi pencapaian sasaran
  • Dapat dipengaruhi (dikerjakan) oleh anggota tim.

Contoh agar Sahabat Pebisnis mudah memahami adalah ketika Anda melakukan program diet atau menurunkan berat badan. Anda mempunyai berat bada 100 kg dan ingin turun menjadi 70 kg. Anda ingin itu terjadi pada 10 November 2020.

Maka :

  • WIG = menurunkan berat badan dari 100 kg ke 70 kg pada 10 November 2020
  • Maka Lag Measure-nya adalah turunnya berat badan 30 kg.
  • Dan Lead Measure-nya adalah jumlah jam olahraga setiap pekan.

Setelah Anda mengetahui Lead Measure-nya, maka Fokuskan tindakan Tim pada Lead Measure-nya. Ketika Anda baik melakukan di Lead Measure maka dengan sendirinya Lag Measure tercapai. Jika Lag Measure tercapai maka WIG Anda juga tercapai.

Disiplin 3 : Menyajikan Scoreboard yang memotivasi

Papan skor di pertandingan sepak bola atau basket berfungsi untuk mengetahui pencapaian secara real time. Penonton, pelatih dan yang paling penting adalah TIM bisa dengan mudah mengetahui menang ataukah kalah. Anda dan Tim membutuhkan papan skor itu juga.

Papan skor yang baik adalah Sederhana dan melibatkan pemain di tim. Silahkan buat bersama tim lalu tempelkan di tempat yang mudah dilihat oleh semuanya. Selalu update pencapaian di sini.

Scoreboard ini sangat tergantung dengan WIG Anda. Jika WIG Anda jumlah penjualan, maka Scoreboard Anda berupa pencapaian omzet. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan tim Anda.

Disiplin 4 : Menciptakan irama akuntabilitas

irama akuntabilitas dalam eksekusi bersama tim
Foto oleh Josh Calabrese di Unsplash

Prinsip penting di dalam 4DX adalah

  1. Komitmen
  2. Tanggungjawab

Tanpa keduanya, kita akan kalah dengan rutinitas. Jika kalah, maka bisa dipastikan hasilnya stagnan dan tidak tercapai.

Perjuangan mencapai WIG itu ibarat mendaki gunung bersama tim. Ada puncak yang ingin dicapai bersama. Perjalanan yang jauh membutuhkan kerja tim dan mengatur irama agar tidak capek.

Setiap orang di dalam rombongan mempunyai peran masing-masing. Setiap peran itu perlu untuk dipertanggungjawabkan. Akuntabilitas peran ini dipertanggungjawabkan di setiap pemberhentian untuk istirahat. Pemberhentian itu bisa jadi setiap 4 jam sekali, setiap malam atau kapanpun sesuai dengan kemampuan.

Di bisnis, diaplikasikan berupa pertemuan sepekan sekali (7 hari sekali). Lama pertemuan cukup 20 – 30 menit. Ini sudah cukup mempunyai dampak yang besar dalam mencapai skor.

Di dalam pertemuan itu semua pemain (anggota tim) harus hadir. Isi pertemuan itu adalah masing-masing :

  1. Melaporkan apa saja kontribusi yang sudah dilakukan
  2. Isu penting yang terjadi dan solusi untuk memperbaikinya
  3. Apa 1-2 hal yang paling penting dilakukan (di luar rutinitas) di pekan berikutnya.
  4. Seberapa besar pergerakan Lead dan Lag Measure pada Scoreboard
  5. Merayakan kesuksesan

The 4 Disciplines of Execution bukanlah sekedar bagaimana mencapai sasaran. Melainkan, 4DX mengajarkan bahwa fokus pada proses (perubahan perilaku) membantu tim sadar bahwa mereka adalah pemenang.

Belajar jadi Business Owner yuk!

Belajar, diskusi dan tanya jawab untuk menjadi business owner melalui Grup WhatsApp Pendopo Bisnis.

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Up Next: #MomongAnak