Fitur, Start Up

Cerdas Finansial untuk Pengusaha

“Bang, kenapa ya saya sudah lama bisnis, laris sih, tapi kok gini-gini saja. Capek!” Salah satu temen mengeluh kepada kami. Saya tahu...

Written by Hasnil · 3 min read >

“Bang, kenapa ya saya sudah lama bisnis, laris sih, tapi kok gini-gini saja. Capek!”

Salah satu temen mengeluh kepada kami. Saya tahu bisnisnya bagus, laris. Tapi jika Anda ketemu teman saya ini, heran juga karena sudah bertahun-tahun dia masih juga kerja keras. Apa-apa dikerjakannya sendiri.

Setelah ngobrol-ngobrol lebih jauh ternyata masalahnya bukan hanya di skill membangun tim dan kemampuan menjual, tetapi di kecerdasan finansial. Selama ini dia masih punya mindset bahwa margin yang besar adalah kunci bisnisnya bisa gede dan berkembang.

Selain pinter jualan, ternyata yang jauh lebih penting lagi adalah kecerdasan finansial. Tanpa adanya kecerdasan finansial, pengusaha jadi orang yang terus menerus bekerja untuk dirinya sendiri.

Saya, bagi saya lho, khawatir kalau terus menerus seperti itu, kebermanfaatan diri kita hanya seputar di pekerjaan melulu. Bagi saya, hidup seperti itu tidak enak, tapi eneg.

Kecerdasan Basic Finansial Pengusaha

Eit.. jangan ngomongin teknik-teknik finansial tingkat tinggi jika basic saja masih keteteran. Ilmu beladiri itu kuat karena kembli ke basicnya dulu. Sehingga kita bisa fleksibel dan kuda-kudanya kokoh. Jadi apa dong kecerdasan basic atau dasar finansial itu?

  1. Kecerdasan menghasilkan uang
  2. Kecerdasan menyimpan uang
  3. Kecerdasan mengelola uang
  4. Kecerdasan menggandakan uang

Empat kecerdasan itu penting untuk dikuasai. Makanya orang-orang yang punya kecerdasan finansial lebih berpotensi jadi super kaya daripada yang jago jualan. Empat kecerdasan itu hendaknya dikuasai bertahap. Kamu tidak harus jadi pengusaha untuk bisa menerapkannya.

1. Kecerdasan Menghasilkan Uang

Kecerdasan finansial tahap pertama ini menjadi yang paling dasar. Kamu harus bisa menghasilkan uang. Kalau tidak ada uang, apa yang mau kamu kelola, ya kan? Biasanya para pengusaha yang cuman bisa berdagang baru sebatas ini.

Sehingga ketika menghadapi suatu masalah, mindset di dalam benaknya hanya menghasilkan uang lebih banyak dengan cara menjual lebih banyak. Padahal masalah di bisnis tidak hanya masalah jualan atau omzet melulu.

2. Kecerdasan Mengelola Uang

Pada awal bisnis, kebutuhan untuk mengelola uang dengan lebih detil mungkin belum dibutuhkan. Namun, semakin maju dan berkembang bisnisnya bakalan butuh kemampuan mengelola uang yang lebih. Pengelolaan uang dalam hal ini termasuk:

  • Mengurangi cost
  • Meningkatkan profit
  • Menghitung harga jual
  • Mengefektifkan modal, sehingga modal kecil tapi bisa diputar berkali-kali
  • Mengatasi ketika terjadi krisis atau perlambatan perputaran
  • Membuat Forecasting atau antisipasi berdasarkan riset atau pola pengalaman sebelumnya
  • Menentukan sumber permodalan yang sesuai dan kapan dibutuhkan
  • Menghasilkan laporan keuangan yang informatif dan valid untuk menentukan kebijakan perusahaan.
  • Membaca laporan keuangan
  • Melakukan Tax Planning. Kamu bisa bekerjasama dengan konsultan pajak.

3. Kecerdasan Menyimpan Uang

Setelah kamu sudah bisa menghasilkan cash profit, maka tiba saatnya untuk cerdas menyimpan dan melindungi uang Kamu. Kamu harus tahu bagaimana caranya menyimpan yang baik. Bukan hanya aman dari tindak pencurian, tapi juga aman nilainya (tidak tergerus inflasi).

Saran saya, sebagai pengusaha paling tidak harus mempunyai dua simpanan, yaitu simpanan untuk Kamu sebagai owner dan simpanan untuk Perusahaan Kamu. Masing-masing sebaiknya dapat digunakan untuk hidup aman sampai 12 bulan. Sehingga jika terjadi sesuatu, Kamu sebagai owner mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan perbaikan. Waktu 12 bulan insyaAllah sudah sangat cukup untuk perbaikan.

Misalnya pengeluaran Kamu dan keluarga Rp 10 juta, maka harus punya tabungan senilai Rp 120 juta untuk cadangan. Sedangkan Perusahaanmu membutuhkan biaya operasional Rp 50 juta untuk pengeluaran maka simpanan minimalnya adalah Rp 600 juta rupiah. Tidaklah patut jika Kamu sudah foya-foya duluan kalau belum punya simpanan sebesar itu.

Prinsip dalam menyimpan uang ini adalah untuk mengamankan uang dan mengamankan perusahaan dalam kondisi terburuk. Lebih baik menyiapkan yang terburuk, tidak hanya yang terbaik. Selalu siap di segala medan.

4. Kecerdasan Menggandakan Uang

Setelah Kamu bisa menyimpan uang dengan cerdas, maka kecerdasan berikutnya adalah bagaimana menggandakannya. Jangan sampai semua uang yang dihasilkan hanya menjadi tabungan di bank atau emas di bawah bantal. Mulailah dari awal untuk berlatih membuat uang bekerja untuk Kamu.

Ingat dalam kecerdasan ini berlaku prinsip High Risk, High Impact (Profit). Sehingga jangan sampai Kamu memainkan uang hanya di level resiko tinggi saja, maka sebaiknya distribusikan menjadi ada yang resiko sedang dan rendah. Selain itu pertimbangkan juga investasi berdasarkan jangkanya, yaitu pendek, sedang dan panjang.

Investasi berdasar resiko

Investasi dapat dibagi berdasar resiko yang akan Kamu hadapi. Resiko ini juga berkaitan dengan keuntungan yang bakalan Kamu dapatkan.

a. Investasi Resiko Rendah

Investasi ini hampir tidak beresiko. Contohnya adalah emas, tanah dan deposito. Saya pribadi menganggap emas bukan untuk investasi, melainkan untuk menjaga nilai uang agar tidak tergerus investasi. Sehingga aslinya bukannya kita punya laba, tetapi nilai uang yang terus turun.

b. Investasi Resiko Menengah

Selanjutnya yang menengah contohnya adalah reksadana dan obligasi. Reksadana cocok bagi Kamu yang tidak mempunyai cukup waktu, ilmu dan pengalaman untuk berinvestasi serta menghitung resikonya. Reksadana ada banyak macamnya. Kemungkinan resikonya adalah nilai investasi yang tergerus karena menurunnya nilai unit penyertaan dan likuiditas yang tidak semerta cepat.

c. Investasi Resiko Tinggi

Investasi yang beresiko tinggi ini dapat mengakibatkan hilangnya sama sekali uang Kamu. Sehingga untuk yang beresiko tinggi ini, saya sarankan hanya menggunakan FREE CASH, bukan uang yang aktif Kamu butuhkan. Contoh investasinya adalah saham, komoditas dan lain-lain.

Investasi berdasar jangka waktunya

Investasi berdasarkan jangka waktu ini terkait dengan lamanya investasi. Investasi jangka pendek adalah investasi yang periodenya kurang dari satu tahun serta bisa dicairkan sewaktu-waktu. Semakin panjang, semakin sulit dicairkan investasinya. Namun semakin lama juga berefek pada tingginya hasil yang Kamu dapat.

 

Terkadang ada yang menanyakan berapa jumlah investasi yang sampai aman? Saran seorang teman yang berprofesi sebagai Coach Finansial, Coach Ahmad Gozali, yaitu mempunyai nilai aset produktif senilai 200 kali pengeluaran per bulan Kamu. Mengapa? Jawabannya mudah, agar Kamu bisa “pensiun” dan mendapatkan passive income. Anda tidak perlu “bekerja” dan uang datang sendiri memenuhi kebutuhan Kamu sekeluarga sesuai dengan pengeluaran per bulannya.

Oya, bagi Kamu yang punya istri lebih dari satu, maka masing-masing istri sebaiknya juga mendapatkan 200 kali nilai pengeluarannya. Jadi, sebaiknya rencanakan yang baik ya sebelum menambah istri. Jika tidak mampu, cukup satu saja karena ada tanggung jawab yang berat di dunia dan akhirat. Semoga bermanfaat.

 

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile
Penipuan online

JANGAN KALAH DENGAN PENIPU

Hasnil in Catatan, Fitur
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *