WhatsApp Marketing

4 FAKTOR CLOSING SETIAP HARI DARI WHATSAPP

Walaupun WhatsApp adalah aplikasi pengirim pesan atau Messenger App, tapi efektif untuk jualan. Hasilnya bahkan dahsyat sekali. Pastinya Anda sudah install WhatsApp...

Written by Hasnil · 5 min read >

Walaupun WhatsApp adalah aplikasi pengirim pesan atau Messenger App, tapi efektif untuk jualan. Hasilnya bahkan dahsyat sekali. Pastinya Anda sudah install WhatsApp di smartphone-nya kan? Kalau sudah, langsung saja ya apa saja 4 Faktor itu.

  1. Perbanyak Jumlah Kontak WhatsApp
  2. Buat Sales Funneling
  3. Buat Promo Yang Menarik
  4. Follow Up Gila-gilaan

Nah, itu dia 4 Faktor pentingnya. Saya bahas satu per satu ya. Materi ini merupakan review dari buku Closing Setiap Hari dari WhatsApp. Jadi artikel ini hanya sedikit sekali dibandingkan bukunya yang dahsyat.

1. Perbanyak Jumlah Kontak WhatsApp

Salah satu kunci agar kita bisa menghasilkan penjualan rutin melalui WhatsApp adalah dengan memiliki jumlah kontak calon konsumen yang besar. Karena semakin banyak jumlah kontak konsumen yang kita miliki, maka makin besar juga kesempatan kita untuk menghasilkan penjualan.

Tanpa adanya jumlah kontak konsumen yang banyak maka akan sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan penjualan yang besar dan rutin setiap hari. Lalu bagaimanakan caranya untuk mendapatkan kontak WhatsApp konsumen yang banyak?

Caranya antara lain dengan menyebarkan *lead magnet* kepada calon konsumen kita agar mereka mau memberikan kontak WhatsApp-nya kepada kita. Dan lead magnet ini bisa diartikan sebagai umpan yang kita berikan agar si calon konsumen mau memberikan kontak WhatsApp-nya.

Ada beberapa jenis lead magnet yang bisa kita berikan, antara lain:

– Kupon Diskon

– Program Mentoring melalui WhatsApp

– Ebook

– Video Tutorial ataupun mentoring

– Template desain dan lain-lain.

2. Buat Sales Funneling

Prinsip selanjutnya adalah dengan membuat sales funneling. Bagi teman-teman yang sudah baca buku-buku Ednovate saya yakin pasti sudah sangat paham tentang materi ini. Secara sederhana sales funneling bisa diartikan sebagai suatu alur proses terjadinya penjualan. Dan jika diberikan dalam bentuk diagram maka bentuknya kira-kira seperti berikut.

strategi sales funnel sederhana
Sales Funnel sederhana

Pada bagian diatas saya membagi kategori masing-masing proses menjadi 3 kategori market, yaitu ada Cold Market, Warm Market dan Hot Market.

Cold Market adalah orang-orang yang sama sekali belum kenal dengan kita.

Warm Market adalah orang-orang yang sudah kenal kita dan telah melakukan interaksi dengan kita, baik itu dengan membeli produk kita 1 kali ataupun hanya berinteraksi dengan apa yang kita infokan dengan mereka.

Hot Market adalah orang-orang yang sudah sangat kenal kita dan sudah melalukan transaksi berkali-kali dengan kita

Tujuan kita melakukan pembagian kategori ini adalah membedakan pola pendekatan yang kita gunakan. Untuk yang masih cold kita tidak bisa langsung promosi begitu saja dengan mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang belum kenal sama sekali dengan kita, maka sebelum kita mulai promosi kita harus membangun kedekatan dan juga kepercayaan dengan mereka melalui interaksi dengan mereka.

Setelah kedekatan dan kepercayaan itu terbangun (menjadi warm market), maka kita baru bisa mulai melakukan promosi dengan mereka namun itupun dengan cara pendekatan soft selling tidak bisa langsung hard selling jualan.

Lalu untuk kategori yang hot market, kita bisa langsung menggunakan pendekatan hard selling yang langsung jualan dengan mereka. Tapi tetap terus membangun interaksi dengan agar mereka terus mengingat kita.

3. Buat Promo Yang Menarik

Untuk menghasilkan penjualan yang rutin melalui WhatsApp tentunya kita perlu dibekali dengan amunisi jualan yang mumpuni yaitu dengan Promosi yang Menarik. Tanpa adanya promosi yang menarik tentunya akan lebih sulit bagi kita untuk berjualan di WhatsApp.

Ada beberapa point yang teman-teman perlu perhatikan untuk membuat promosi yang menarik antara lain.Judul promo yang menarik

  • Penjelasan singkat produk.
  • Alasan
  • Garansi
  • Bonus
  • Call to action.

a. Judul promo yang menarik

Mengapa judul promosi harus menarik?

  • Judul promosi yang menarik akan membuat pembaca ingin membaca lebih lanjut penawaran Anda.
  • Kalau judul promosinya sudah tidak menarik, promo kita di Whatsapp tidak akan dilirik
  • Ingat! Tiga detik pertama adalah momen paling kritis di mana Anda harus bisa meyakinkan pembaca. Buat judul yang menarik

Penerapan:

Gunakan kata-kata yang membuat orang jadi penasaran. Contohnya seperti ini:

  • Sudah siap untuk menerima ini?
  • Cara inilah yang membuat orderan ga berhenti
  • Akhirnya kejutan datang juga
  • Sudah tahu tentang ini?
  • Jangan ikut training ini kalo Anda tidak mau kebanjiran orderan

Catatan: judul diatas cenderung membuat orang untuk klik iklannya

Atau Anda bisa juga menggunakan kata-kata copywriting yang menjual. Contohnya seperti kata-kata ini:

  • Terungkap
  • Akhirnya
  • Sudah Ikutan Ini?
  • Menakjubkan
  • Spesial
  • Keren!
  • Menakjubkan
  • Rahasia

Contohnya bisa seperti berikut:

  • Rahasia Jago bahasa Inggris akhirnya hadir
  • Terungkap teknik diet paling instan
  • Keren! Cuma klik 3x langsung jadi

Anda sudah kebayangkan bagaimana cara membuatnya? Anda sebaiknya sering-sering latihan membuat promo yang menarik. Semakin sering latihan, Anda semakin jago.

 b. Penjelasan singkat produk

Pada bagian ini Anda perlu menginformasikan sekilas tentang produk Anda yang bertujuan untuk menginformasikan agar calon prospek Anda tahu informasi produk Anda. Anda juga bisa menginformasikan kelebihan produk Anda untuk meyakinkan calon pembeli bahwa produk Anda memang lebih baik dibanding pesaing.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan info apa keuntungan yang mereka dapatkan jika menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Penerapan:

Buatlah informasi singkat tentang produk Anda kemudian jabarkan beberapa kelebihan produk Anda di dalam kalimat penawarannya serta apa benefit yang mereka dapatkan.

c. Alasan

Salah satu hal yang membuat sebuah iklan penawaran gagal adalah ketika kita lupa menjelaskan mengapa orang-orang harus membeli produk kita sehingga mereka tidak yakin dan tidak tertarik untuk membeli.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda yakinkan:

  • Mengapa pembeli harus membeli ke Anda? Anda tonjolkan kelebihan apa yang ditawarkan kepada calon pembeli yang membedakan Anda dengan yang lain.
  • Mengapa harus membeli sekarang? Berikan mereka alasan bonus atau promo yang hanya berlaku sekarang atau berbatas waktu. Ini juga bisa ditambahkan karena jumlah yang terbatas.
  • Mengapa mereka harus percaya kepada Anda? Ini menjadi penting karena tanpa adanya kepercayaan, maka mereka tidak akan membeli dari Anda. Anda bisa berikan lisensi, prestasi, atau apapun yang membuktikan bahwa Anda bisa dipercaya.
  • Mengapa mereka harus ikut penawaran Anda? Beritahukan kepada mereka bahwa sedang ada promosi. Kadang saya juga memberikan penawaran eksklusif, misalnya khusus grup ini, pelanggan setia atau berbasis daerah. Silahkan Anda kreasikan sendiri.

 d. Garansi

Garansi menjadi salah satu teknik ampuh untuk menghilangkan keraguan konsumen. Menginformasikan garansi di dalam penawaran Anda menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keyakinan calon konsumen untuk membeli produk Anda.

Beberapa contoh garansi yang bisa Anda berikan adalah sebagai berikut:

  • Garansi servis
  • Garansi uang kembali
  • Garansi barang sampai dikirim
  • Garansi kerusakan
  • Garansi produk sesuai

Penerapan: Anda bisa menginformasikan garansi di kalimat penawaran Anda. Pastikan juga bahwa produk Anda memang berkualitas.

e. Info Bonus

Mengapa bonus menjadi salah satu poin penting didalam penawaran? Sebab seringkali calon pembeli tidak hanya membeli produk, melainkan mengejar bonusnya juga. Beberapa penerapannya sebagai berikut:

  • Berikan info bonus secara detail
  • Bonus tersebut diusahakan ada nilainya, sehingga bonus tersebut tidak terkesan Cuma-Cuma melainkan ada nilainya.
  • Anda bisa memberikan bonus yang berhubungan dengan produknya. Misal memberikan bonus powerbank saat Anda menjual handphone

f. Call to action

Call to action adalah teknik untuk mendorong calon pembeli untuk segera melakukan pembelian. Teknik ini penting untuk mempercepat closing dari calon prospek Anda.

Berikut ini beberapa contoh Call to Action yang bisa Anda gunakan:

  • Reply chat segera sebelum habis!
  • Kontak sekarang juga!
  • Tunggu apa lagi, segera hubungi!
  • Berminat? Reply chat ini
  • Ingin semua bonus ini? Segera Chat !
  • Klik link berikut untuk info lebih lanjut

4. Brutal Follow Up

Ini adalah salah satu prinsip yang harus Anda pegang teguh agar menghasilkan penjualan rutin dari WhatsApp, karena orang yang sudah minat dengan suatu produk bisa lupa untuk segera transfer jika gak rajin-rajin di follow up.

Dan tentunya bagi orang menjalankan brutal follow up ini ada 1 kata yang harus mereka pegang Dilarang BAPER Kalo Gak Jadi Transfer. Karena di PHP-in konsumen adalah suatu keniscayaan, jadi fokus kita untuk terus melakukan follow up.

Nah untuk melakukan follow up ini ada beberapa teknik yang bisa teman-teman gunakan, antara lain.

  1. Teknik Ajukan Pertanyaan
  2. Teknik Mengasumsi Beli
  3. Teknik Tunjukkan Testimoni
  4. Teknik Tanyakan Alasan Beli
  5. Teknik Ajukan Bantuan
  6. Teknik Gunakan Analogi
  7. Teknik To The Point

a. Teknik Ajukan Pertanyaan

Pada teknik ini kita memfollow up calon konsumen dengan cara mengajukan pertanyaan yang tujuannya adalah agar mereka segera menyelesaikan proses transaksinya

Contoh:

  • Mau tranfer BCA atau Mandiri
  • Mau Bayar hari ini atau besok
  • Mau cash atau debit

b. Teknik Mengasumsikan Pasti Beli

Pada teknik ini kita memberikan asumsi kepada calon konsumen bahwa mereka pasti beli dari kita bagimanapun juga pada akhirnya

Contoh

  • Sebelum transfer pastikan nominal sesuai invoice
  • Setelah transfer jangan lupa untuk konfirmasi dengan sertakan bukti transfer ya

c. Teknik Tunjukkan Testimoni

Pada teknik ini kita memfollow up calon konsumen agar semakin yakin  untuk membeli ataupun transaksi dengan cara menunjukkan testimoni dari orang-orang yang sudah membeli dari kita

Contoh

Ini ada beberapa testimoni pembeli sebelumnya. Semoga kedepannya Anda juga merasakan dampak & manfaatnya

 d. Teknik Tanyakan Alasan

Pada teknik ini kita memberikan trigger kepada pembeli dengan pertanyaan yang membuat mereka menjadi semakin yakin untuk membeli ataupun transaksi dengan kita karena mereka sendirilah yang memberikan alasan kenapa harus beli dari kita

Contoh

  • Mas/Mbak, saya penasaran. Kalau boleh tahu kenapa sih mau beli produk kami?
  • Mas/Mbak, saya penasaran. Kalau boleh tahu kenapa sih mau beli produk dari saya?

e. Teknik Menawarkan Bantuan

Pada teknik ini kita mencoba memfollow si calon pembeli dengan cara menawarkan bantuan kepadanya

Contoh

  • Apakah ada yang bisa dibantu?
  • Apakah ada kendala untuk pemesanan di webnya?
  • Kalau ada kesulitan jangan sungkan untuk japri ya

 f. Teknik Gunakan Analogi

Pada teknik ini kita memberikan analogi kepada mereka calon konsumen agar mereka segera menyelesaikan transaksinya

Contoh

Jangan sampai menyesal ya Mas/Mbak kalo promonya habis. Karena penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran, hehehe..

g. Teknik To The Point

Teknik adalah yang ditujukan untuk langsung mengingatkan si pelanggan sehingga mereka segera melakukan pembayaran

Contoh

  • Mas/Mbak Invoicenya belum dikonfirmasi pembayarannya, rencana mau transfer kapan ya? Khawatir invoicenya mati dan voucher diskonnya keburu hangus
  • Mas/Mbak punya bisnis kan, inget lho karma itu berlaku dalam bisnis, jangan sampai Mas/Mbak nantinya di PHP-in konsumen juga, hehehe…

Itu dia 4 Faktor Closing Setiap Hari dari WhatsApp. Mohon maaf jika panjang banget. Tujuan saya mendetilkannya agar bisa segera dipraktekkan. Oya, mumpung ada promo Bukunya, segera order saja. Karena waktunya terbatas.

Pengusaha tahu kesempatan terbaik untuk menginvestasikan uangnya untuk leher ke atas (otak). Tunggu apa lagi? Langsung klik ini untuk order saja Buku Closing Setiap Hari dari WhatsApp.

Written by Hasnil
Full-timer Father | Part-timer Entrepreneur | Muslim Seorang ayah yang terus belajar untuk menjadi ayah dan sekaligus suami yang baik. Saya suka bisnis dan diskusi tentang bisnis bersama teman-teman saya. Selalu punya ide-ide baru dan berusaha menyiapkan eksekusinya. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *